Teknik Forensik Audio dengan Menggunakan Pitch, Formant, dan Spectrogram untuk Analisa

Teknik Forensik Audio Untuk Analisa Suara Pada Barang Bukti Digital



Implementasi Metode Forensik dengan menggunakan Pitch, Formant, dan Spectrogram untuk Analisis Kemiripan Suara Melalui perekam Suara Telepon Genggam Pada lingkungan yang Bervariasi

Manusia dan teknologi saat ini sudah terikat. Setiap proses yang dilakukan oleh manusia saat ini tidak bisa lepas dari teknologi. Contohnya adalah dalam bersosialisasi, bertransaksi, dan juga dalam berkomunikasi.
Dalam bersosialisasi misalnya. Saat ini kita tidak bisa terlepas dari teknologi, seperti handphone, media sosial seperti facebook, twitter, google plus, dan masih banyak lagi media
sosial lainnya. Serta internet yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan sesama, tidak terbatas jarak dan waktu.
Dengan begitu, kita dengan mudah mendapatkan informasi dari seseorang atau suatu instansi diseluruh dunia, tidak terbatas pada regional ataupun negara.

Menurut Azhar, suara dihasilkan melalui dua buah proses yaitu Generation dan Filtering.
Pada proses Generation, suara pertama kali akan diproduksi melalui bergetarnya pita suara (vocal cord dan vocal fold) yang berada di larynx untuk menghasilkan bunyi periodik.
Bunyi periodik yang sifatnya konstan tersebut kemudian disaring melalui vocal tract (juga disebut dengan istilah resonator suara atau articulator) yang terdiri dari lidah (tongue), gigi (teeth), bibir (lips), langit-langit (palate) dan lain-lain sehingga bunyi tersebut dapat menjadi bunyi keluaran (output) berupa bunyi vokal (vowel) dan atau bunyi konsonan (consonant) yang membentuk kata-kata yang memiliki arti yang yang nantinya dapat dianalisa untuk voice recognition.

II. URAIAN PENELITIAN

A. Studi Literatur
Tahapan ini dilakukan untuk menggali informasi terkait
informasi mengenai teknik pemodelan menggunakan
penggalian proses beserta perangkat lunak dan algoritma yang
sesuai dengan studi kasus. Pada tahapan ini, penulis
memastikan dan memahami konsep-konsep dasar dalam
penggalian proses, pemodelan proses, algoritma yang sesuai
serta proses bisnis yang hendak dimodelkan. Karena studi
kasus yang digunakan berupa proses bisnis dari perusahaan
maka diadakan tahapan wawancara guna mendapatkan
informasi mendetail terkait permasalahan pada proses bisnis.

B. Pembuatan Skenario
Pembuatan skenario dibutuhkan untuk mendapatkan barang
bukti yang kemudian bias dianalisa lebih lanjut. Skenario
dibuat semirip mungkin dengan kondisi lapangan yang
sesungguhnya untuk menghindari kecurigaan dalam
pengambilan barang bukti. Sebelum membuat skenario
baiknya ciptakan terlebih dahulu lingkungan eksperimennya.
Lingkungan eksperimen yang dibuat adalah:
 Eksperimen dilakukan di tempat terbuka atau tertutup.
 Sumber suara yang ditangkap langsung bersumber dari
manusia langsung tanpa perantara.
 Topik pembicaraan akan diarahkan sesuai keinginan
penulis
 Media alat rekam yang digunakan adalah telepon selular.
 Subjek berusia 19 hingga 50 tahun.
 Proses perekaman pertama dilakukan secara tertutup,
subjek tidak diketahui, dan dengan topik yang sudah
ditentukan.
 Proses perekaman kedua dilakukan secara terbuka dengan
membaca teks topik pembicaraan dari proses perekaman
pertama.

C. Pengumpulan Data
Pada tahapan ini, dilakukan pengumpulan data terkait
penelitian yang akan dilakukan. Data tersebut didapatkan
untuk mendukung penggunaan suara pria bagi penelitian
forensika digital audio ini. Tahapan ini akan menjalankan
skenario yang telah dibuat sebanyak 2 kali dan dilakukan
dengan lingkungan ekperimen yang sudah ditentukan.
Pelaksanaan skenario yang pertama dilakukan pada subjek
laki-laki dan skenario kedua akan dijalankan pada subjek
perempuan. Pelaksanaan skenario ini untuk mempermudah
dalam pengumpulan barang bukti.
Kedua skenario ini akan dijalankan dengan keadaan yang
disesuaikan dengan keadaan subjek yang ditemui. Kemudian
subjek akan diberikan teks untuk kemudian dibaca dan
dilakukan proses perekaman. Teks tersebut akan membuat
subjek membaca selama lima menit dan kemudian akan
dilakukan analisa terhadap kata-kata yang sudah dibuat daftar
sebelumnya, yakni sebanyak 30 kata.

D. Decoding dan Enhancement
Sesuai dengan tujuan proses enhancement digunakan untuk
mematangkan suara hasil rekaman dengan cara membersihkan
noise menggunakan aplikasi komputer. Pada tahapan ini, hasil
rekaman dari barang bukti serta rekaman suara pembanding
akan dilakukan pembersihan dari noise sehingga dapat
mempermudah proses decoding dan analisis.
Pada tahapan ini akan dilakukan proses penulisan transkrip
dari hasil rekaman. Yang dimaksud dengan transkrip adalah
catatan hasil pembicaraan pada rekaman lengkap dengan
waktu pembicaraan dengan format jam : menit : detik sesuai
dengan apa yang sedang diucapkan. Adakalanya pada saat
proses penulisan transkrip rekaman masih terdapat noise
sehingga menyebabkan suara tidak jelas terdengar, maka pada
transkrip diberikan keterangan bahwa suara tidak jelas
terdengar.

E. Analisis dengan Aplikasi Pendukung
Analisis awal dilakukan dengan pembandingan codec
dengan aplikasi iTunes dan juga Winamp untuk
membandingkan suara sampel dan suara aslinya.
Proses analisis ini menggunakan inputan berupa pitch,
formant bandwith, spectrogram serta transkrip yang sudah
dibuat sebelumnya. Praat merupakan aplikasi yang digunakan
dalam pencarian informasi dari perbandingan antara rekaman
suara suspect dan rekaman suara pembanding. Pada tahapan
proses analisis ini akan dilakukan pencarian kesamaan suara
suspect dengan suara pembanding berdasarkan inputan.
Apabila ditemukan minimal 20 kata yang memiliki kesamaan,
maka kedua suara rekaman tersebut dapat dikatakan identik.

F. Analisis dan Penarikan Kesimpulan
Setelah melalui tahapan analisis, maka akan dilakukan
proses pengelolaan hasil serta penarikan kesimpulannya. Hasil
analisis yang bisa ditarik berdasarkan inputan ada 4 macam.
Pertama adalah hasil analisis statistik pitch yang dilakukan
dengan melihat perhitungan dari perbandingan kedua rekaman.
Hasil perhitungan tersebut akan dibandinkan dengan nilai
minimum, maksimum dan rata rata nilai pitch. Kedua adalah
hasil analisis statistik formant. Ketiga adalah analisis pada
graphical distribution berdasarkan nilai masing-masing
formant yang dianalisis dengan mengkoreksi perhitungan nilai
statistik Anova. Dan hasil analisis terakir adalah pada
spectrogram yang digunakan untuk melihat pola umum yang
diucapkan pada kata serta masing-masing formant dari suku
kata.
Dengan melihat hasil analisis yang sudah dilakukan, maka
dapat dilakukan penarikan kesimpulan apakah ada kemiripan
suara yang dimiliki oleh kedua subjek, yakni pria dan wanita.

G. Penyusunan buku
Tahap ini adalah tahapan terakhir dari seluruh rangkaian
penilitian ini. Laporan yang dibuat bertujuan untuk keperluan
dokumentasi penelitian yang nantinya akan diwujudkan
menjadi buku tugas akhir mahasiswa. Buku tersebut akan
berisi seluruh dokumentasi penting terkait pelaksanaan
penelitian ini.

III. HASIL DAN DISKUSI
A. Analisis Statistik Pitch
Analisa statisik nilai pitch dari setiap barang bukti suara,
baik pelaku maupun tersangka. Untuk melihat kemiripan dari
kedua suara, maka perlu diperhatikan nilai mean/average dan
juga standar deviasi yang dimiliki. Meskipun nilai maksimum
dan minimum juga menjadi ciri khas dari suara tersebut.

Selengkapnya silahkan download ebook atau modul dibawah ini
insyaallah saya akan buat tutorialnya sekian dulu terimakasih

Download Implementasi Metode Forensik dengan Menggunakan Pitch, Formant, dan Spectrogram untuk Analisis Kemiripan Suara Melalui Perekam Suara Telepon Genggam Pada Lingkungan yang Bervariasi

Download teknik forensik Audio Untuk Analisa Suara Pada Barang Bukti Digital

Terima kasih telah berkunjung - Teknik Forensik Audio Untuk Analisa Suara Pada Barang Bukti Digital

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teknik Forensik Audio dengan Menggunakan Pitch, Formant, dan Spectrogram untuk Analisa"

Post a Comment